Keunikan Budaya Sasak di Sekitar Gunung Rinjani


Gunung Rinjani, gunung tertinggi kedua di Indonesia, memiliki keunikan budaya Sasak di sekitarnya yang begitu memukau. Keunikan budaya Sasak di sekitar Gunung Rinjani tidak hanya tercermin dari keindahan alamnya, tetapi juga dari adat istiadat dan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Salah satu keunikan budaya Sasak di sekitar Gunung Rinjani adalah tradisi upacara adat yang masih dilestarikan hingga saat ini. Menurut Prof. Dr. I Made Bandem, seorang ahli antropologi budaya dari Universitas Udayana, upacara adat masyarakat Sasak memiliki nilai-nilai yang sangat dalam dan kaya akan simbol-simbol kehidupan.

“Upacara adat masyarakat Sasak di sekitar Gunung Rinjani merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Melalui upacara adat, mereka menghormati leluhur, memohon keselamatan, dan mengucap syukur atas anugerah yang diberikan alam,” ujar Prof. Dr. I Made Bandem.

Selain itu, keunikan budaya Sasak di sekitar Gunung Rinjani juga tercermin dari seni dan kerajinan tangan yang mereka hasilkan. Kain tenun Sasak, misalnya, merupakan salah satu kerajinan tangan khas masyarakat Sasak yang sangat terkenal. Menurut Dra. Ni Made Purnama Sari, seorang pakar seni dan budaya dari Universitas Mataram, kain tenun Sasak memiliki motif-motif yang khas dan bermakna dalam kehidupan masyarakat Sasak.

“Kain tenun Sasak bukan hanya sekadar kain biasa, tetapi juga merupakan simbol status sosial, kekuatan spiritual, dan kearifan lokal masyarakat Sasak. Melalui kain tenun Sasak, mereka bisa menyampaikan pesan-pesan penting tentang kehidupan dan kebudayaan mereka,” kata Dra. Ni Made Purnama Sari.

Dengan keunikan budaya Sasak di sekitar Gunung Rinjani, masyarakat Sasak berharap agar generasi muda tetap melestarikan warisan budaya yang telah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Menurut H. Muhammad Taufik, seorang tokoh masyarakat Sasak, “Budaya adalah identitas kita, tanpa budaya kita akan kehilangan jati diri. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus melestarikan keunikan budaya Sasak di sekitar Gunung Rinjani agar tetap lestari hingga masa depan.”